Bagas menarik kepalaku ke dadanya, sambil mengeringkan air mataku. Tangannya masih di pinggangku dan aku pun berdiri di sampingnya sekedar untuk bisa bersandar di dadanya. Video bokep Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun. Pukul enam, Bagas sudah menungguku di depan stand seorang diri. Aku tidak tahu kenapa. Hujan rintik-rintik menemaniku memasuki sebuah gedung, salah satu pameran komputer terbesar di dunia yang berlangsung di Hannover. Dan mereka pun hanya bisa menebak-nebak sambil berbisik.Aku hanya tersenyum, sampai di depan pintu masuk salah satu dari mereka membiarkan aku masuk terlebih dahulu dan secara spontan aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia.Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Bagas masih rajin menelponku, dan aku pun selalu menunggu telepon darinya.Tetapi aku tidak mau menaruh banyak harapanku kepada dia. Aku tidak tahu kenapa. Aku tidak tahu kenapa.




















