Pekarangan rumah Andhika yaang cukup luas masih kelihatan basah. Bokeb Kenapa kamu tidak memilih mereka saja sebagai pacarmu?” kata Annisa polos.Kepoloson itu pula yaang membuat Andhika semakin menyukai gadis itu. Ia telah bertekad kelak dininya harus bisa menyunting gadis itu!Di jaman sekarang, pikir Andhika,sudah teramat sulit mendapatkan gadis yaang masih “jual mahal” di hadapan lelaki. Rumah ini dlm keadaan kosong seperti tidak berpenghuni,” kata Andhika sambil mengikuti Iangkah Annisa yang mengajaknya masuk ke dalam rumah. Namun bayangbayang wajah Annisa semakin pekat melekat di pelupuk matatiya.“Harus ke mana lgi aku mencarimu Annisa?” kata Andhika dalam hati. Sungguh, itu bukan kebiasaan Annisa yaang selalu menolak dipegang apalagi diraba oleh pria yaang bukan muhrimnya.




















