“Jiah!”Saya kaget waktu Juragan mencubit-cubit pentil saya.“Gimana Denok, kamu suka dicium seperti tadi? Bokep “Badan… saya?” Bisikan Juragan terus terngiang di kepala saya. Juragan nyentuh bagian depan kancut saya! Sesudah hari itu, ada yang berubah dalam kehidupan saya. Memang saya belum tahu banyak mengenai badan laki-laki dan wanita.“Ini namanya kontol, Denok,” Juragan menjelaskan, “Kontol ini mau masuk ke memekmu…”Saya melotot melihat anunya Juragan yang gede dan berurat itu. Saya janji akan kembalikan secepatnya.”Eh, kok Juragan langsung mengantongi segepok uang yang tadi dia hitung-hitung.“Denok,” kata beliau dengan dingin, “Aku ini pedagang, bukan tukang ngasih utang. Juragan dan saya sadar bahwa perbedaan umur kami itu jauh banget, dan Juragan juga sudah tidak muda.Saya berusaha menjalankan peran sebagai istri dengan sebaik-baiknya untuk Juragan.




















