Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Bokepindonesia Aku hanya bisa terdiam terpaku. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.Mungkin karena puber. Dia sangat memanjakan aku. Tomo bergeser ke sampingku. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Tomo bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Kamu itu perempuan apa??!! tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Dia sangat memanjakan aku. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Tomo.”Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi




















