Luzia ingat, saat ia sering duduk di balkon memang ada rantai yang menjulur dari langit-langit balkon. Tangan pria itu terulur dan membelai pipi Luzia, ia bisa merasakan tubuh gadis itu sangat dingin dan basah.“Lepaskan aku!” tegas Luzia lagi.Rysh terkekeh, ia mendekati Luzia dan mengecup bibir gadis itu. Bokep Entah bagaimana pria itu akan bermain, yang jelas dirinya saat ini hanya menjadi penurut. Luzia tak bisa berpikir jernih, yang ada di otaknya hanya kepuasan dan pelepasan. Sepertinya, Rysh memang tak punya hati. Sudah tak bisa ia tahan, sudah cukup ia di siksa.“Rysh!” panggil Luzia dengan suara parau, ia sudah berteriak sangat banyak hari ini, tenggorokannya terasa sakit.Entah sudah berapa lama ia terpasung, Rysh yang ia nantikan belum juga kembali dan membuatnya sangat kesal.




















