Aku memang tidak punya perasaan khusus untuknya, kami bahkan baru kenal, tapi.. Bokep Bisa lamaan.”
“So? Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Enggak ada yang liat aku masuk.” Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya. Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. Sudah seminggu dia menelepon tiap hari mengajak keluar. Aku sudah tidak peduli bahwa kami berada di tempat umum, siapa saja kapan saja orang bisa lewat dan mendengar suaraku. Aku hanya tersenyum. Aku melotot, protes. Aku bisa merasakan dirinya sudah terangsang. Terus terang, aku suka cowok yang nafsu makannya besar dan tidak takut makan apapun. Sampai akhirnya kita mau berpisah, dia minta nomor teleponku yang personal.




















