“Nggak tau ah…” sahutku pura-pura tidak suka. Bokep Come on…!”
Aku rada degdegan juga ketika kudengar pintu dibuka. Aku dan Reno berciuman dengan memainkan lidah di mulutku, kadang menjilat bibirku, sementara tanganku masih memegangi pinggang Reno untuk mendorong burungnya masuk.Reno dengan gerakan maju mundurnya membuat aku keenakkan. Meski sedang menikmati asyiknya enjotan Toni, kugenggam pergelangan tangan Reno dengan hangat. Benar-benar tidak tergenggam oleh tanganku! aku tak menyangka akan terpuaskan oleh kedua orang ini. “Betul,” sahut Toni tanpa menghentikan entotannya, “Dia anak pingitan Mbak.”Ah..enak sekali rasanya pikirku dan aku melirik ke arah reno. Orang tuanya di Amerika.”
“Terus?”
“Ya kita ketemuannya di rumah dia aja. Pasti orang tua Reno bukan orang kebanyakan. Tapi harus di jam kerja.”
“Mmm…Senin pagi aja ya.”
“Senin lusa?




















